Islam Iman Ihsan
Lucu sekaligus ironi yang mengiris hati saat saya membaca cerita Buya Hamka mengenai rakyat Indonesia yg beliau tuliskan dalam buku karyanya “Merantau ke Deli” Buya Hamka menceritakan bagaimana pada masa kolonial, sebagian besar rakyat Indonesia bekerja sebagai budak kuli kontrak. Dan terpotret jelas betapa rakyat Indonesia saat itu sangat menikmati sistem tersebut. Seperti hanya itulah hidup yg mereka tahu, diperbudak, dimanfaatkan dan disiksa dengan paksaan yg semena-mena oleh penjajah. “Setiap bulannya para kuli budak itu menerima bayaran hanya 30x45 sen yg setiap tgl 15 pun masih terkena potongan blasting. Dan sedikit sen yg mereka terimapun dibawa pulang dengan berseri2”. Saya bisa merasakan bahwa rakya kita pada masa itu benar-benar buta kesadaran bahwa saat itu sedang dizholimi Sekilas, potret kebahagiaan menerima sedikit sen dengan berseri-seri tampak sebagai ekspresi qana’ah: sikap menerima dan bersyukur atas apa yang diperoleh. Akan tetapi, di balik itu saya melihat ada ...